Rabu, 30 Januari 2019

10 Tren Kuliner Yang Diprediksi Marak di 2019

Memasuki tahun baru para ahli makanan memprediksi tren di dunia kuliner. Makanan, minuman, dan gaya hidup kuliner di 2018 setidaknya membawa sedikit pengaruh pada 2019. Makanan dari daerah tropis juga kepedulian terhadap lingkungan diprediksi akan menjadi tren kuliner global 2019. 

Berikut adalah 10 hal di dunia kuliner yang diprediksi menjadi tren pada 2019: 

  1. Makanan dari Negara Pacific Rim Bahan makanan dari negara-negara yang berbatasan dengan Samudera Pasifik diprediksi akan semakin diminati. Contohnya makanan dari negara Amerika Selatan dan Asia. Ada buah naga, udang kering (ebi), terasi, sotong, dan sosis asal Filipina yakni longganisa
  2. Makanan yang Mengandung Probiotik Probiotik diketahui memiliki efek yang baik bagi tubuh. Banyak terkadang pada makanan yang diawetkan seperti kimchi atau sauerkraut, tempe, atau kefir. 
  3. Lemak Tambahan Merebaknya diet keto, paleo, grain free, bahkan paleo vegan, membuat banyak orang mencari sumber lemak tambahan. Ada berbagai bahan lemak tambahan di pasaran seperti butter kelapa yang diberi cokelat, bubuk MCT, atau kopi butter. 
  4. Makanan Beku yang Berbeda Bahan makanan dan makanan yang dibekukan seperti alpukat, air kelapa, hummus, dan tahini semakin disukai. Beberapa bahan makanan beku seperti keju, es krim salju Taiwan, dan nieves de garrafa dari Meksiko akan semakin mudah ditemui.
  5. Rumput Laut Di 2019, penggunaan makanan dengan tambahan rumput laut akan semakin mudah ditemui. 
  6. Ekstrak Daging Diprediksi camilan dengan ekstrak daging akan semakin diminati di 2019. Tambahan rasa umami semakin disukai entah di camilan atau makanan bungkusan. 
  7. Pembelian yang Bermanfaat Meskipun di Indonesia terbilang langka, di luar negeri tren pembelian makanan untuk imbas yang lebih besar mulai diminati. Misalnya camilan yang menggunakan bahan makanan yang ditanam oleh petani perempuan saja.
  8. Kemasan Cinta Lingkungan Di Indonesia sendiri mulai marak gerakan cinta lingkungan dari restoran. Bahan kemasan diganti yang lebih ramah lingkungan, tanpa pemakaian sedotan plastik, dan lainnya.
  9.  Camilan Berkualitas Tinggi Camilan bisa berkualitas tinggi dan bergaya seperti keju di papan, prosiciutto, atau buah dan kacang kering semakin disukai di 2019. 
  10. CBD Alias cannabidiol, kandungan yang terdapat pada tanaman ganja. Meskipun kandungan ini masih tabu dan ilegal di banyak negara salah satunya Indonesia, ternyata makanan dengan CBD diminati konsumen global. Ketika ada pameran kuliner, konfrensi inovasi makanan, dan pasar perkebunan lokal stan makanan dengan kandungan CBD ramai dikunjungi.

[RE-POST] https://travel.kompas.com/read/2019/01/01/151600127/10-tren-kuliner-yang-diprediksi-marak-di-2019 

Minggu, 27 Januari 2019

Sunnah Nabi Dalam Menjaga Keamanan Makanan dan Minuman

Bila orang-orang yang ilmu dan jiwanya telah mengkultuskan peradaban barat biasanya beranggapan bahwa masyarakat baratlah kiblat kebersihan dan kesehatan, maka hal itu tidaklah layak dilakukan oleh orang yang dihatinya masih tersisa setitik keimanan.

Yang demikian itu, dikarenakan agama Islam, jauh-jauh hari sebelum bangsa barat mengenal kebersihan, telah mengajarkan berbagai syari’at yang hingga saat ini belum bisa ditandingi oleh teori atau peradaban apapun.

Di antara tindakan preventif yang diajarkan Islam guna menjaga kesehatan umat manusia ialah dengan menjaga makanan dan minuman mereka dari berbagai kotoran dan mikro organik yang dapat mengancam kesehatan.

Agar makanan dan minuman tetap bersih dan higienis, Islam mengarjarkan umatnya untuk senantiasa menutupinya, dan tidak membiarkannya terbuka, terkena udara bebas dan berbagai hal lainnya. Tindakan ini adalah langkah awal yang sangat penting dari upaya menjaga kesehatan dan menangkal penyakit.

Rasulullah bersabda:

“Tutuplah bejana, ikatlah geribah (tempat menyimpan air yang terbuat dari kulit -pen), tutuplah pintu, matikanlah lentera (lampu), karena sesungguhnya setan tidaklah mampu mengurai geribah yang terikat, tidak dapat membuka pintu, dan tidak juga dapat menyingkap bejana (yang tertutup). Bila engkau tidak mendapatkan (tutup) kecuali hanya dengan melintangkan di atas bejananya sebatang ranting dan menyebut nama Allah, hendaknya ia lakukan.” (HR. Muslim)

Pada riwayat lain:

“Tutuplah bejana dan ikatlah geribah, karena pada setiap tahun ada satu malam (hari) yang padanya turun wabah. Tidaklah wabah itu melalui bejana yang tidak bertutup, atau geribah yang tidak bertali. melainkan wabah itu akan masuk ke dalamnya.” (HR. Muslim)

Dari mencermati hadits di atas, dapat dipahami bahwa menutup rapat makanan dan minuman, terlebih lagi bila disertai dengan bacaan basmalah, dapat menanggulangi dua penyebab utama bagi segala penyakit:

  1.  Ulah dan kejahatan setan.
  2.  Wabah penyakit yang turun dan menyebar melalui media udara.

Imam An-Nawawi berkata, “Para ulama menyebutkan beberapa faedah dari perintah menutup bejana dan geribah, diantaranya kedua faedah yang ditegaskan pada hadits-hadits ini, yaitu:”

  1. Menjaga (makanan dan minuman) dari setan, kerana setan tidak dapat menyingkap tutup bejana dan tidak dapat mengurai ikatan geribah.
  2. Menjaganya dari wabah yang turun pada satu malam di setiap tahun.
  3. Faedah ketiga: menjaganya dari terkena najis dan kotoran.
  4. Keempat: menjaganya dari berbagai serangga dan binatang melata, karena bisa saja serangga jatuh ke dalam bejana atau geribah, lalu ia meminumnya, sedangkan ia tidak menyadari keberadaan serangga tersebut, atau ia meminumnya pada malam hari, (sehingga ia tidak melihatnya -pen) akibatnya ia terganggu dengan binatang tersebut. [1]

Syari’at ini juga menguatkan bahwa lalai dari berdzikir kepada Allah adalah biang berbagai penyakit, karena dengan menyebut nama Allah ketika menutup makanan dan minuman, berarti makan dan minuman kita terhindar dari ulah setan dan wabah yang turun.

Sebagaimana hadits ini merupakan isyarat bahwa wabah penyakit, hanya terjadi pada masa-masa tertentu saja, dan tidak terjadi pada sepanjang tahun. Dan ini adalah salah satu fakta yang telah dibuktikan dalam dunia medis.

Kita semua mengetahui bahwa berbagai wabah yang ada di masyarakat, kebanyakannya terjadi pada masa-masa tertentu saja, di mana pada saat itu berbagai virus dan bakteri penyebab penyakit berkembang biak, lalu menyerang masyarakat.

Kedua hikmah ini merupakan secercah rahasia ilmu kedokteran Islam yang tidak atau belum kita kembangkan dan sosialisasikan ke masyarakat. Sebagaimana hal ini merupakan salah satu bentuk Imunisasi Syari’at yang belum atau bahkan tidak kita kembangkan dan sosialisasikan kepada umat manusia.

Catatan kaki: [1] Syarah Muslim oleh Imam An-Nawawi 13/183

Sumber: Jilbab.or.id (dengan penyesuaian redaksi seperlunya)

[Re-Post] http://dapurhalal.com/artikel-96-Sunnah-Nabi-Dalam-Menjaga-Keamanan-Makanan-dan-Minuman.html

Senin, 07 Januari 2019

Rezekimu Tahu Dimana Dirimu

Mungkin kau tak tahu dimana rezekimu..
Tapi rezekimu tahu dimana dirimu..
Dari lautan biru, bumi dan gunung..
Allah memerintahkannya menujumu..
Allah menjamin rezekimu, sejak 4 bulan 10 hari kau dalam kandungan ibumu..

Amatlah keliru bila rezeki dimaknai dari hasil bekerja..
Karena bekerja adalah ibadah..sedang rezeki itu urusanNya.

Melalaikan kebenaran demi menghawatirkan apa yang dijamin-Nya adalah kekeliruan berganda..

Manusia membanting tulang, demi angka simpanan gaji..
Yang mungkin esok akan ditinggal mati..
Mereka lupa bahwa hakekat rezeki bukan apa yang tertulis dalam angka..
Tapi apa yang telah dinikmatinya..

rezeki tidak selalu terletak pada pekerjaan kita..
Allah menaruh sekehendak-Nya..

Diulang bolak balik 7x Shafa dan Marwa, tapi zamzam justru muncul dari kaki bayinya..
Ikhtiyar itu perbuatan..
rezeki itu kejutan..

Dan jangan lupa..
Tiap hakekat rezeki akan ditanya..
"Darimana dan untuk apa?"
Karena rezeki adalah "hak pakai"
Halalnya dihisab..
Haramnya diazab..

Maka, jangan kau iri padarezeki orang lain...
Bila kau iri pada rizkinya, kau juga harus iri pada takdir matinya.
Karena Allah membagi rezeki, jodoh dan usia ummat-Nya..
Tanpa bisa tertukar satu dan lainnya..

Jadi bertawakkal lah, ridho dengan ketentuan Allah, sehingga apapun itu engkau akan merasa cukup dan penuh kenikmatan.

Kamis, 03 Januari 2019

Peluang dan Tantangan Bisnis Kuliner di Era Digital

[RE-POST] Tren bisnis kuliner kekinian terus mendulang peminat. Selain  karena faktor makanan sebagai kebutuhan dasar yang selalu dicari, perkembangan teknologi juga menjadi salah satu faktor yang menentukan sukses tidaknya suatu bisnis kuliner.

Tingginya penetrasi Internet dan pengguna ponsel di Indonesia telah membuka lebar pintu peluang bisnis secara daring seperti kehadiran pemain e-commerce dan marketplace yang semakin banyak di Tanah Air. Tak terkecuali bisnis kuliner.

Kehadiran teknologi digital membawa banyak peluang bagi bisnis kuliner. Media sosial misalnya, yang memiliki potensi untuk memasarkan produk secara efektif, bahkan lebih efektif dibandingkan dengan model pemasaran lama terutama iklan fisik/offline. Penguasaan teknologi menjadi keterampilan penting yang harus dimiliki pelaku bisnis.

Para pelaku bisnis kuliner berlomba-lomba menyuguhkan kuliner semenarik dan seunik mungkin demi mendapat perhatian lebih dari generasi muda. Pasalnya, jika sudah mendapat perhatian di dunia maya atau dengan kata lain menjadi viral, otomatis proses pemasaran akan meningkat pesat dan kuliner yang dipasarkan pun menjadi serbuan masyarakat yang penasaran.

Berbagai inovasi dan promosi dilancarkan oleh pelaku bisnis kuliner. Mulai dari memberikan nama makanan yang unik dan ear-catching seperti Mi Setan, Jus Bunuh Diri, dan sebagainya; menciptakan menu baru seperti mie yang dapat berubah warna atau kebab hitam; hingga semata-mata mengikuti tren makanan terkini seperti penggunaan saus salted egg pada menu yang sudah ada. Semua inovasi ini kemudian dikampanyekan melalui media sosial hingga menjadi viral.

Selain media sosial, tren startup yang tengah naik daun di Indonesia juga melahirkan inovasi-inovasi baru, terutama dalam pembuatan aplikasi untuk mengatasi permasalahan tertentu. Di bidang kuliner, salah satu contoh aplikasi yang sedang menjadi sorotan adalah Wakuliner, yang merupakan singkatan dari Wadah Kuliner. Aplikasi ini menyediakan beragam jenis kuliner yang dapat diakses melalui smartphone dan menggunakan sistem operasi Android dan iOS.

Saat ini sudah ada sekitar 3.600 merchant Wakuliner yang tersebar di 60 kota, di antaranya Jabodetabek, Bandung, Bali, Solo, Surabaya, Palembang, hingga Makassar. Yang menjadi daya tarik Wakuliner ialah aplikasi ini tidak mengambil komisi maupun biaya pendaftaran apapun untuk merchants yang dan berjualan di platform-nya.

Berbagai kenyamanan teknologi ini tentu juga menguntungkan bagi pembeli. Kini, masyarakat memiliki pilihan kuliner yang nyaris tak terbatas, tidak hanya yang berjarak dekat dengan tempat tinggal, tetapi juga jarak jauh. Munculnya berbagai aplikasi ojek online yang bekerja sama dengan berbagai merchant telah menjadi batu loncatan bagi sistem distribusi (delivery) makanan.

Pembeli cukup menggerakkan jari di atas layar gawai untuk memilih dan memesan menu yang diinginkan, lalu menunggu makanan diantar ke rumah tanpa harus repot menerjang lalu lintas dan mengantre dilayani di tempat makan. Selain tidak harus bersusah payah keluar rumah, metode pembayaran yang tersedia pun beragam, mulai dari pilihan bayar tunai (COD), bank transfer dengan virtual account, penggunaan sistem redeem poin, hingga kartu kredit. Segala kemudahan ini tentu turut menaikkan omzet pelaku bisnis kuliner.

Meskipun begitu, perkembangan teknologi digital juga membawa tantangan tersendiri. Menurut CEO Wakuliner Anthony Gunawan, untuk meminimalkan kejadian yang tidak diinginkan, bisnis kuliner digital hendaknya menyediakan layanan call center selama 24 jam untuk memastikan pengiriman pesanan sesuai waktu yang telah diestimasi.

Selain itu, ia mengatakan bahwa faktor biaya menjadi tantangan utama bagi para merchant yang ingin memulai bisnis kulinernya. Tantangan lainnya adalah masalah biaya. Banyak orang yang cari free ongkir (ongkos kirim) dan harga makanan murah. Banyak yang lebih memilih itu daripada rasa makannya. Ini jadi tantangan bagi kami maupun merchant, untuk memberi harga yang kompetitif,” paparnya.

Bisnis kuliner harus mampu menyiapkan ‘365 hari per tahun’, dukungan teknis dan call center untuk memantau dan melayani semua pesanan. Dalam hal ada masalah dengan suatu pesanan, seperti restoran yang tutup, menu habis, dan lainnya, pembeli tidak akan menunggu lama untuk mengetahuinya.

Kendala biaya antar yang sama juga dialami aktor Baim Wong, yang turut menjadi pelaku bisnis dengan membuka usaha mi ayam bernama Mie and You di daerah Bintaro, Jakarta Selatan. Baim merasakan tantangan berbisnis di era serba digital, terutama pemesanan makanan melalui ojek online yang sedang banyak digandrungi.

"Mungkin orang-orang tidak tahu, tapi kan (ojek online) mengambil 15 persen dari gross restoran ya. Kalau kita sebagai customer kan ya kita senang saja diantarkan makanan, tapi kalau dari segi (pemilik) restorannya lumayan tinggi sekali biayanya," kata Baim.

Berbagai faktor dari adanya teknologi digital di atas menuntut kreativitas pelaku bisnis kuliner untuk menangkap peluang dan menaklukkan tantangan bisnis di era digital. Seperti bidang bisnis lainnya, risiko bagi bisnis kuliner tentu ada sehingga perlu ada usaha optimalisasi teknologi digital agar keuntungan yang didapatkan sebanding dengan risiko yang diambil.

Source : https://www.selasar.com/jurnal/40051/Peluang-dan-Tantangan-Bisnis-Kuliner-di-Era-Digital 

loading...