Rabu, 31 Juli 2019

Niat Pengen Nulis

Late Post

[Dedicated For My Friend :  G.S Suprastiyo]

Beberapa saat yang lalu….sekitar 2-3 bulan yang lewat, saya dikejutkan oleh kedatangan teman lawas sewaktu kuliah di Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Lampung. Gugup Suko Suprastiyo atau lebih familiar disingkat G.S Suprastiyo, S.P. berkunjung ke Kedai kami bersama istri tersayang Siti Wahyuni yang juga bergelar Sarjana Pertanian.

Laki-laki yang usianya belum genap 40 tahun  (red. GS Suprastiyo) ini kawan kuliah sekaligus rekan kerja saya dulu di Perusahaan Swasta milik Inggris yang saat ini sudah berhenti beroperasional di Indonesia. Jadi ceritanya dari kuliah dilanjutkan berpartner di dunia kerja. Sama-sama bekerja di satu perusahaan, tak lama kemudian memutuskan resign dan melamar kerja di perusahaan lain.

Singkat cerita, beliau menikahi adik tingkat yang juga kuliah satu Program Studi. Melahirkan 3 orang anak yang sehat walafiat & sudah sekolah di bangku Sekolah Dasar & Taman Kanak-Kanak. Sempat hijrah selama beberapa tahun ke ujung timur pulau Jawa karena tuntutan profesi di sebuah perusahaan pangan ternama. Lama tak berjumpa dengan beliau, hanya melihatnya di Facebook itupun lumayan jarang update.

Saya dengar beliau kembali resign dari perusahaan ternama tadi, entah karena alasan apa sudah pasti telah dipertimbangkan dengan kehati-hatian dan perhitungan, mengingat beliau sudah berumah tangga dan memiliki 2 orang anak, sudah bisa dipastikan resign itu menjadi pilihan yang dilematis.

Hijrah ke Bandar Lampung dan memulai usaha home industry Tauge atau kecambah menjadi pilihan sadar bagi beliau, bisnis ini sudah menjadi bisnis turun temurun keluarganya. Dahulu saya pernah berkunjung ke rumah orang tuanya di Kemiling, Bandar Lampung dan memang bisnis Tauge ini telah belasan bahkan puluhan tahun ditekuni keluarganya.

Beliau datang ke Kedai bersama istrinya, hanya berdua tanpa ketiga orang anak-anaknya. Maksud hatinya ingin bersilaturahim kepada saya, menit demi menit kami habiskan untuk mengobrol sepuasnya, tak menghiraukan kondisi Kedai yang baru buka dan sangat berantakan. Sambil menyapu merapihkan Kedai kami isi dengan obrolan santai dan penuh tawa.

Nasi uduk Jengkol Sambal menjadi pilihan istimewa bagi pasangan ini. Sepiring berdua dilakukan untuk membuat kami iri sekaligus menjadi teladan. Dari dulu saya cukup meneladani dirinya, beliau sosok yang “dituakan” dan selalu dimintai petuah bijaknya oleh teman-teman sekelas. Maklum beliau dari sisi usia paling senior diantara kami. Sikapnya baik, penyabar dan tidak pernah marah kepada teman.

Hingga saat ini beliau masih jadi teladan saya didunia wirausaha tentunya, sifatnya yang penyabar dan pantang menyerah masih nampak dalam dirinya hingga saat ini. Terlihat dari senyumnya yang jujur dan ikhlas. Konsumen Tauge miliknya sudah disana dan disini. Beliau bilang hidupnya lebih bahagia sekarang, itu karena dia menjalaninya dengan ikhlas dan selalu memohon Ridho Allah SWT.

Doakan kami istiqomah seperti dirimu ya Mas, selamat menjemput rejeki Allah yang Maha Luas.

Bencoolen, di Penghujung Bulan Juli 2019

Arris Haryadi

CEO (Chief Everything Officer, Red. Pelaksana segala jenis pekerjaan)

@Kedai Nasi Uduk Jaga Rasa

3 komentar:

  1. Inspiratif sekali prennnnn...barokah slalu yah...aamiin...😇

    BalasHapus
  2. terima kasih kakak komentarnya....

    BalasHapus

  3. Numpang promo ya Admin^^
    ingin mendapatkan uang banyak dengan cara cepat
    ayo segera bergabung dengan kami di ionqq^^com
    add Whatshapp : +85515373217 || ditunggu ya^^

    BalasHapus

loading...